Posted April 4, 2017 by admin in Berita

Sidang Tesis : “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Keberhasilan Program Kota Tanpa Kumuh

???????????????????????????????
???????????????????????????????

Pada tanggal 8 Maret 2017 telah dilaksanakan sidang Tesis dengan judul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Keberhasilan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)”, atas nama mahasiswa Amalia Itani Warganegara. Sebagai Dosen penguji pada sidang Tesis tersebut adalah Dr. Ir. Sonny Yuliar dan Dr. Munadjat, MM. serta Dr. Ir. Iwan Kustiwan, MT. sebagai Dosen pembimbing.

Abstrak :

Kemiskinan di negara-negara berkembang terutama di Indonesia masih menjadi permasalahan utama dalam proses pembangunan nasional. Kawasan kumuh sebagai bagian dari perumahan informal mempunyai peran dominasi dalam lingkungan kota, sehingga perhatian kepada kawasan kumuh mempunyai dampak terhadap pembangunan kota yang lebih inklusif. Pada beberapa program pembangunan, saat ini Pemerintah Indonesia menerapkan pendekatan pembangunan dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam prosesnya, bentuknya berupa pemberdayaan masyarakat yang diharapkan masyarakat dapat mendefinisikan dan menangani masalah yang mereka hadapi, serta terbuka untuk menyatakan kepentingan-kepentingannya sendiri dalam proses pengambilan keputusan. Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) sebagai program penanggulangan kemiskinan di perkotaan lebih mengutamakan pada peningkatan pendapatan masyarakat dengan mendudukan masyarakat sebagai pelaku utamanya melalui partisipasi aktif.

Penelitian ini mencoba untuk menemukenali faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat di dalam program KOTAKU di Kelurahan Kebondalem Kota Cilegon dan Kelurahan Lontar Baru Kota Serang sebagai gambaran dari dua wilayah eks-pelaksanaan PNPM MP. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, untuk menggambarkan hasil evaluasi PNPM MP sebagai program yang bergulir sebelumnya menjadi pembanding untuk mencapai efektivitas dalam perencanaan program KOTAKU sebagai kelanjutan proses pengentasan kawasan kumuh dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan pemerintah daerah sebagai nahkoda sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan.

Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan besar pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi antara lain adalah pengaruh struktur, kultur dan proses sosial yang secara nyata tampak pada tangga partisipasi di kedua lokasi penelitian. Sehingga pendalaman terhadap modal sosial sebagai langkah awal ketika pemerintah akan menjalankan suatu program di suatu wilayah karena jika dalam kondisi modal sosialnya terlalu rendah maka program itu tidak bisa hanya berpikir output saja (perubahan fisik) tetapi juga memodifikasi modal sosialnya agar sasaran program dapat tercapai.

Kata kunci: KOTAKU, partisipasi masyarakat, pengentasan kawasan kumuh