Posted September 15, 2017 by admin in Berita

Sidang Tesis: “Kajian Tentang Peranan Pelaku Swasta Dalam Pelayanan Publik (Studi Kasus: Public Private Partnership Dalam Penyediaan Air Minum)

1
1

Pada tanggal 14 September 2017 telah dilaksanakan sidang  Tesis calon lulusan Program Magister Studi Pembangunan atas nama mahasiswa Warastuti Puji Rahayu, Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 24015039  yang akan menempuh wisuda pada tanggal 20 Oktober 2017.

Adapun judul Tesis yang dipresentasikan oleh Warastuti Puji Rahayu adalah “Kajian Tentang Peranan Pelaku Swasta Dalam Pelayanan Publik (Studi Kasus: Public Private Partnership Dalam Penyediaan Air Minum) ”

Sidang Tesis tersebut dihadiri oleh Bapak Dr. Ir. Sonny Yuliar sebagai Dosen pembimbing, dan Bapak Dr. Munadjat, MM.  serta Ibu Dr. Ir. Siti Herni Rochana, M.Si sebagai Dosen Penguji.

Sidang Tesis ini merupakan salah satu persyaratan kelulusan untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung.

2

 Abstrak

 Permasalahan air minum adalah masalah pelik yang dihadapi oleh setiap negara di dunia. Air minum sebagai kebutuhan dasar manusia sekaligus sebagai barang publik memiliki karakteristik tidak dapat tersubstitusi sehingga menjadi sumber daya yang penting. Sesuai dengan Nawacita Agenda Prioritas Nasional, air minum adalah kebutuhan dasar sehingga pemenuhan aksesnya merupakan pondasi bagi kemandirian ekonomi. Pemenuhan akses air ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 untuk mencapai target 100% akses terhadap air bersih pada tahun 2019. Fenomena yang terjadi, permintaan air bersih justru terus meningkat sedangkan kulitas air bersih terbukti semakin menurun, sehingga krisis air bersih akan semakin tidak terelakkan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam kasus ini, salah satunya adalah melalui program sistem penyediaan air minum jaringan perpipaan yang diselenggarakan oleh perusahaan air minum milik pemerintah, namun karena adanya berbagai permasalahan dalam perusahaan air minum milik pemerintah tersebut dan juga keterbatasan pemerintah, maka pemenuhan 100% akses air bersih menjadi tantangan besar bagi pemerintah.

 Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan dan keterbatasan tersebut adalah dengan mengundang partisipasi pelaku swasta dalam penyediaan air minum melalui skema public private partnership atau yang biasa disebut sebagai Kerjasama Pemeritah Swasta (KPS). Public private partnership telah diterapkan secara luas di berbagai negara di dunia dalam berbagai sektor pelayanan publik termasuk penyediaan air minum. Pengalaman negara-negara seperti Perancis, Cina, Filipina dan Brazil dalam menerapkan public private partnership dapat menjadi suatu pembelajaran berharga untuk ditelusuri. Melalui pengalaman negara-negara tersebut diperoleh, temuan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjalin kesepakatan dengan sektor swasta dalam pelayanan publik khusunya dalam penyediaan air minum.

 Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan pelaku swasta dalam penyediaan air minum melalui skema public private partnership di Indonesia berdasarkan eksplorasi penerapan public private partnership di Perancis, Cina, Filipina dan Brazil sehingga diperoleh langkah dan kebijakan yang tepat bagi Indonesia untuk menerapkan public private partnership dalam penyediaan air minum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif melalui studi dokumen dan wawancara kepada pihak-pihak yang terkait. Adapun penelitian ini akan disajikan melalui teknik analisis studi kasus dan analisis eksploratif komparatif berdasarkan pengalaman penerapan public private partnership di Perancis, Cina, Filipina, Brazil dan Indonesia. Melalui analisis tersebut akan memberikan wawasan dan pemahaman untuk penyelidikan yang lebih tepat yang berfokus pada penemuan gagasan dan pemikiran dalam melakukan kajian tentang peranan pelaku swasta dalam penyediaan air minum melalui skema public private partnership. Berdasarkan analisis yang dilakukan, peranan pelaku swasta dalam pelayanan publik khususnya dalam penyediaan air minum melalui skema public private partnership, memberikan manfaat yang besar untuk mengatasi keterbatasan dan tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintah. Namun, untuk menghasilkan suatu kerjasama yang baik dan berdaya guna antara pemerintah dan swasta diperlukan serangkaian kebijakan dan langkah yang tepat guna mendukung penyediaan air minum yang berkelanjutan.

 

Kata kunci: Air minum, public private partnership, kerjasama pemerintah swasta